Cerita belajar bersama

Ulasan pengguna

Pengalaman dan masukan pengguna Project Pintar. Bintang 1–5 sama-sama diterima.

Tulis ulasan

4,9 / 5 dari 1.320 ulasan yang telah dimoderasi. Bukan penilaian independen; data simulasi tidak dihitung.

Yohan Salampessy

2 Nov 2025, 14.55 WIB · Telah dimoderasi

Layout-nya lumayan rapi. Untuk bagian belajar, saya berharap isi materinya tetap jadi fokus. Hiasan secukupnya aja. Kadang halaman yang terlalu banyak warna malah bikin perhatian lari ke mana-mana, apalagi kalau dipakai anak yang gampang terdistraksi.

Benediktus Fanggidae

2 Nov 2025, 08.24 WIB · Telah dimoderasi

Untuk saat ini saya masih menunggu materi yang paling sesuai. Nggak harus semuanya sekaligus.

Duma Siahaan

2 Nov 2025, 05.52 WIB · Telah dimoderasi

Saya lebih tertarik pada pembahasan daripada angka nilainya. Anak bisa paham konsepnya tetapi tersandung cara pertanyaan ditulis. Jadi pemilihan bahasa perlu hati-hati. Saya berharap setiap soal dibaca ulang dari sudut pandang anak, bukan hanya dari sudut pandang orang dewasa yang sudah tahu jawabannya.

Eben Salampessy

2 Nov 2025, 04.22 WIB · Telah dimoderasi

Bisa jadi pilihan kegiatan saat ada waktu luang. Kalau sudah lelah, berhenti dulu juga nggak apa-apa menurut saya.

Bernadeta Kaho

30 Okt 2025, 13.04 WIB · Telah dimoderasi

Penasaran mencoba lebih jauh lewat HP. Kalau koneksi sedang lambat, pesan menunggunya perlu jelas supaya nggak dipencet berkali-kali.

Adrianus Kaho

30 Okt 2025, 10.56 WIB · Telah dimoderasi

Bisa jadi pilihan kegiatan saat ada waktu luang. Slow but steady aja.

Gumilar Ginanjar

30 Okt 2025, 02.43 WIB · Telah dimoderasi

Ini bukan solusi instan, tapi bisa jadi alat bantu. Makasih sudah mengembangkan ini.

Maya Wattimena

29 Okt 2025, 02.15 WIB · Telah dimoderasi

Looks clean, nggak kebanyakan hiasan. Ini baru kesan awal soal tampilan, belum soal hasil belajarnya. Menurut saya keduanya perlu dipisahkan. Aplikasi yang bagus dilihat memang bikin ingin mencoba, tapi yang bikin bertahan nanti tetap isi dan cara menjelaskannya.

Hafiz Basri

28 Okt 2025, 10.30 WIB · Telah dimoderasi

Ada peluang buat bikin waktu belajar lebih akrab. Yang saya cari bukan cara supaya anak terus menatap layar. Saya ingin ada bahan yang bisa dibahas bersama, lalu diteruskan lewat contoh di rumah. Jadi sesudah aplikasinya ditutup, obrolan dan proses belajarnya masih bisa jalan.

Frans Latumahina

26 Okt 2025, 11.47 WIB · Telah dimoderasi

Ada potensi, tinggal dijaga konsistensinya. Saya nggak berharap aplikasi yang masih berkembang langsung sempurna. Tapi informasi tentang batasan dan fitur yang tersedia sebaiknya jelas. Pengguna jadi bisa memutuskan apakah kebutuhannya sudah terpenuhi tanpa harus mencoba semuanya satu per satu.

Sekar Utomo

26 Okt 2025, 08.06 WIB · Telah dimoderasi

Baru lihat-lihat, tampilannya cukup bersahabat. Semoga konsisten sampai halaman dalamnya.

Muhammad Furqan Hanafiah

26 Okt 2025, 02.46 WIB · Telah dimoderasi

Bagus kalau kegiatan anak bisa diikuti orang tua. Saya berharap orang tua bisa mendampingi tanpa harus ikut mengerjakan semua jawaban.

Benediktus Manek

25 Okt 2025, 18.59 WIB · Telah dimoderasi

Saya suka kalau belajar dimulai dari contoh konkret. Saya lebih nyaman kalau materi yang belum lengkap ditandai dengan jujur. Nggak apa-apa berkembang bertahap. Yang penting contoh, jawaban, dan pembahasannya selaras, supaya pendamping nggak perlu menebak mana penjelasan yang sebenarnya dimaksud.

I Wayan Pramana

25 Okt 2025, 01.29 WIB · Telah dimoderasi

Hasil belajar perlu dijelaskan dengan konteksnya. Menurut saya informasi yang berguna itu cukup sederhana: apa yang sudah dicoba, apa yang mulai dipahami, dan apa yang masih sulit. Nggak perlu grafik terlalu banyak kalau akhirnya orang tua masih bingung harus mendampingi bagian mana.

Ruth Pattimura

24 Okt 2025, 01.53 WIB · Telah dimoderasi

Tampilan di ponsel perlu terus diperhatikan, menurut saya. Semoga tetap ringan.

Fahri Ibrahim

23 Okt 2025, 16.23 WIB · Telah dimoderasi

Bahasa yang mudah dipahami itu nilai tambah. Saya lebih nyaman kalau materi yang belum lengkap ditandai dengan jujur. Nggak apa-apa berkembang bertahap. Yang penting contoh, jawaban, dan pembahasannya selaras, supaya pendamping nggak perlu menebak mana penjelasan yang sebenarnya dimaksud.

Amir Ibrahim

23 Okt 2025, 05.36 WIB · Telah dimoderasi

Ada sisi fun-nya, jadi nggak terasa formal banget. Asal tetap ada tujuan belajarnya.

Annisa Fahmi

22 Okt 2025, 21.43 WIB · Telah dimoderasi

Konsep pendampingan orang tuanya masuk akal. Kadang yang dibutuhkan cuma contoh kalimat buat menjelaskan materi ke anak.

Daniel Tuhumury

21 Okt 2025, 13.48 WIB · Telah dimoderasi

Saya tertarik mencoba satu kegiatan dulu per hari. Saya lebih nyaman menentukan waktu sendiri daripada harus mengejar target harian yang kaku.

Muhammad Arsyad Fauzan

21 Okt 2025, 03.54 WIB · Telah dimoderasi

Sebagai teman belajar tambahan, ini menarik. Semoga makin nyaman dipakai.