Cerita belajar bersama

Ulasan pengguna

Pengalaman dan masukan pengguna Project Pintar. Bintang 1–5 sama-sama diterima.

Tulis ulasan

4,9 / 5 dari 1.320 ulasan yang telah dimoderasi. Bukan penilaian independen; data simulasi tidak dihitung.

Cindy Sondakh

4 Okt 2025, 01.13 WIB · Telah dimoderasi

Belum bisa menilai semuanya karena baru mencoba. Saya ingin memberi kesempatan aplikasi ini berkembang sambil tetap realistis. Pengalaman setiap keluarga bisa berbeda, jadi ulasan satu orang jangan dianggap jaminan hasil yang sama. Akan lebih baik kalau ada kesempatan mencoba secukupnya sebelum memutuskan lanjut.

I Gede Widya

3 Okt 2025, 08.28 WIB · Telah dimoderasi

Kesan pertama: cukup nyaman buat mulai belajar. Beberapa teks kecil mungkin bisa dibesarkan, terutama buat yang bacanya lewat HP.

Adrianus Neno

2 Okt 2025, 23.04 WIB · Telah dimoderasi

Bagian permainan bisa jadi selingan yang pas.

Ruth Pattiasina

1 Okt 2025, 05.10 WIB · Telah dimoderasi

Saya lebih nyaman kalau orang tua nggak cuma jadi penonton. Nggak harus lama-lama juga.

Andi Akmal Hamid

30 Sep 2025, 18.24 WIB · Telah dimoderasi

Bisa jadi awal obrolan soal pelajaran sama anak. Yang penting suasananya nyaman.

Hotma Hutagalung

30 Sep 2025, 17.22 WIB · Telah dimoderasi

Belum bisa menilai semuanya karena baru mencoba. Semoga masukannya diperhatikan.

Binsar Situmorang

30 Sep 2025, 12.01 WIB · Telah dimoderasi

Unsur bermainnya bikin penasaran. Buat anak yang kurang tertarik membaca penjelasan panjang, aktivitas seperti ini bisa membantu membuka obrolan. Setelah main, orang tua masih bisa tanya kenapa dua hal itu cocok. Jadi bukan cuma selesai satu babak lalu pindah.

Aisyah Akbar

30 Sep 2025, 06.13 WIB · Telah dimoderasi

Semoga pilihan materinya terus bertambah. Materi yang banyak memang kelihatan menarik, tapi belum tentu semuanya dibutuhkan. Saya lebih memilih kumpulan yang terarah dan tahu harus mulai dari mana. Setelah dasar cukup kuat, baru naik ke bagian yang lebih menantang.

Intan Maria Sinaga

30 Sep 2025, 03.22 WIB · Telah dimoderasi

Sebagai teman belajar tambahan, ini menarik. Semangat buat timnya.

Siti Rahmah Asyari

29 Sep 2025, 16.32 WIB · Telah dimoderasi

Saya masih membiasakan diri dengan letak menunya. Lebih enak kalau ada tombol kembali yang nggak membuat posisi pencarian hilang.

Andi Fikri Burhanuddin

29 Sep 2025, 14.06 WIB · Telah dimoderasi

Konsepnya cukup dekat dengan yang saya cari. Semoga pengembangannya tetap seimbang antara isi, kenyamanan, dan keamanan pengguna. Apalagi kalau banyak yang memakai adalah anak-anak. Bagi saya, pengalaman belajar yang tenang dan bisa dipercaya lebih penting daripada terlihat paling canggih.

Cut Meutia Kamaruddin

27 Sep 2025, 17.46 WIB · Telah dimoderasi

Buat penggunaan sehari-hari, versi ponsel bakal penting. Kadang satu HP dipakai bergantian, jadi perpindahan akun dan informasi siapa yang sedang masuk perlu jelas. Saya nggak ingin hasil belajar satu anak tercatat ke akun yang lain cuma karena lupa memeriksa bagian atas halaman.

Elisabeth Leimena

27 Sep 2025, 08.42 WIB · Telah dimoderasi

Progres sebaiknya mudah dibaca, nggak cuma angka. Kalau ada ringkasan, lebih baik pakai istilah sehari-hari daripada istilah laporan yang terlalu teknis.

Frans Latuconsina

26 Sep 2025, 21.19 WIB · Telah dimoderasi

Konsep pendampingan orang tuanya masuk akal. Yang saya cari bukan cara supaya anak terus menatap layar. Saya ingin ada bahan yang bisa dibahas bersama, lalu diteruskan lewat contoh di rumah. Jadi sesudah aplikasinya ditutup, obrolan dan proses belajarnya masih bisa jalan.

Euis Ramdani

26 Sep 2025, 03.21 WIB · Telah dimoderasi

Saya lebih nyaman kalau orang tua nggak cuma jadi penonton. Yang penting suasananya nyaman.

Billy Sondakh

26 Sep 2025, 03.20 WIB · Telah dimoderasi

Saya lebih tertarik pada pembahasan daripada angka nilainya. Nggak harus pakai istilah rumit.

Aisyah Mahmud

25 Sep 2025, 11.56 WIB · Telah dimoderasi

Saya lebih suka alur yang nggak banyak langkah. Untuk nama tombol, pakai kata yang langsung menjelaskan tindakannya aja. Kadang istilah keren malah bikin ragu.

Fitria Hamzah

24 Sep 2025, 05.08 WIB · Telah dimoderasi

HP biasanya jadi perangkat yang paling mudah dipakai. Kadang satu HP dipakai bergantian, jadi perpindahan akun dan informasi siapa yang sedang masuk perlu jelas. Saya nggak ingin hasil belajar satu anak tercatat ke akun yang lain cuma karena lupa memeriksa bagian atas halaman.

Asep Ginanjar

23 Sep 2025, 20.11 WIB · Telah dimoderasi

Saya lebih nyaman kalau orang tua nggak cuma jadi penonton. Saya berharap orang tua bisa mendampingi tanpa harus ikut mengerjakan semua jawaban.

I Gede Adnyana

22 Sep 2025, 15.55 WIB · Telah dimoderasi

Mulai sedikit dulu, nanti baru lihat cocok atau nggak.