Cerita belajar bersama

Ulasan pengguna

Pengalaman dan masukan pengguna Project Pintar. Bintang 1–5 sama-sama diterima.

Tulis ulasan

4,9 / 5 dari 1.320 ulasan yang telah dimoderasi. Bukan penilaian independen; data simulasi tidak dihitung.

Ricky Ratulangi

24 Mei 2025, 12.25 WIB · Telah dimoderasi

Latihan singkat begini lebih gampang saya ajak mulai.

Azlan Basri

23 Mei 2025, 14.24 WIB · Telah dimoderasi

Latihannya punya potensi jadi rutinitas kecil. Kalau habis salah langsung diberi penjelasan singkat, rasanya lebih berguna daripada cuma disuruh mengulang.

Benediktus Kleden

23 Mei 2025, 13.29 WIB · Telah dimoderasi

Ringkasan hasil belajar akan berguna buat pendamping. Bukan buat membandingkan anak.

Ahmad Rafi Fauzan

22 Mei 2025, 15.47 WIB · Telah dimoderasi

Unsur bermainnya bikin penasaran. Asal tetap ada tujuan belajarnya.

Katarina Tefa

22 Mei 2025, 07.50 WIB · Telah dimoderasi

Boleh dicoba kalau sedang mencari variasi belajar. Saya tidak mencari pengganti guru atau sekolah. Yang dibutuhkan lebih ke teman mengulang dan mencoba di rumah, dengan suasana yang lebih santai. Jadi saya berharap aplikasi ini tetap jujur tentang perannya dan tidak menjanjikan hasil berlebihan.

Azlan Ibrahim

22 Mei 2025, 05.12 WIB · Telah dimoderasi

Saya bakal lebih sering buka ini dari HP daripada laptop. Semoga tetap ringan.

I Wayan Ardana

21 Mei 2025, 11.09 WIB · Telah dimoderasi

Bagian latihan paling menarik perhatian saya. Kadang anak bisa memilih jawaban benar karena kebetulan, jadi nilainya belum tentu menggambarkan pemahaman. Saya pengin tetap ada ruang untuk bertanya, misalnya kenapa memilih jawaban itu, supaya latihan nggak sekadar selesai.

Euis Kurnia

21 Mei 2025, 09.46 WIB · Telah dimoderasi

Nggak semua sesi belajar harus panjang, sih. Saya ingin ada rasa cukup ketika satu kegiatan selesai. Nggak terus-terusan ditawari lanjut sampai lupa waktu. Belajar yang menyenangkan menurut saya tetap perlu batas, supaya besok masih ada keinginan untuk membuka lagi.

Rahmi Daeng

21 Mei 2025, 08.37 WIB · Telah dimoderasi

Saya lebih sering belajar lewat layar kecil. Kalau koneksi sedang lambat, pesan menunggunya perlu jelas supaya nggak dipencet berkali-kali.

Dominikus Neno

20 Mei 2025, 19.58 WIB · Telah dimoderasi

Saya belum berani bilang cocok untuk semua orang. Yang kurang sebaiknya dijelaskan terbuka, supaya harapan pengguna nggak terlalu jauh.

Lidya Runtuwene

19 Mei 2025, 23.06 WIB · Telah dimoderasi

Menarik kalau hasil latihan bisa jadi bahan evaluasi. Yang kecil-kecil juga patut diapresiasi.

David Ratulangi

19 Mei 2025, 02.38 WIB · Telah dimoderasi

Konsep belajar sebentar-sebentar lebih cocok buat saya. Pengingat boleh ada, tapi jangan sampai terlalu sering dan bikin merasa bersalah.

Martha Sinaga

17 Mei 2025, 19.54 WIB · Telah dimoderasi

Saya pengin ada lebih banyak variasi kegiatan. Materi yang banyak memang kelihatan menarik, tapi belum tentu semuanya dibutuhkan. Saya lebih memilih kumpulan yang terarah dan tahu harus mulai dari mana. Setelah dasar cukup kuat, baru naik ke bagian yang lebih menantang.

Katarina Haba

17 Mei 2025, 12.08 WIB · Telah dimoderasi

Saya ingin bisa melihat bagian yang perlu diulang. Kalau nilainya naik, tentu senang, tapi saya juga ingin tahu apakah anak mengerjakannya sendiri atau banyak dibantu. Hasil digital tetap perlu dibaca bersama keadaan belajarnya. Jangan sampai angka yang terlihat bagus malah jadi satu-satunya ukuran.

Ricky Mamangkey

16 Mei 2025, 17.19 WIB · Telah dimoderasi

Saya suka kalau belajar dimulai dari contoh konkret. Menurut saya pembahasan yang baik juga menjelaskan kenapa pilihan lain kurang tepat. Bukan untuk memperpanjang bacaan, tapi supaya kesalahan yang sama nggak terus terulang. Akan lebih enak lagi kalau ada contoh sederhana yang bisa dicoba sendiri.

Duma Manurung

16 Mei 2025, 06.43 WIB · Telah dimoderasi

Masih eksplor, jadi penilaian saya belum final. Semoga masukannya diperhatikan.

Andi Akmal Mappangara

16 Mei 2025, 05.10 WIB · Telah dimoderasi

Menu yang jelas lebih penting daripada banyak menu. Kalau nanti fiturnya makin banyak, semoga menunya tetap tertata. Materi, latihan, hasil, dan pengaturan punya tempat masing-masing. Saya lebih suka mencari berdasarkan kebutuhan daripada harus hafal nama modul yang terdengar mirip satu sama lain.

Risal Mattalatta

15 Mei 2025, 23.04 WIB · Telah dimoderasi

First impression saya banyak bergantung pada kemudahan mencari materi. Hal yang sering membuat saya berhenti mencoba aplikasi baru itu bukan materinya, melainkan bingung harus mulai dari mana. Akan membantu kalau ada satu jalur awal yang sederhana, lalu pilihan lain bisa dieksplor setelah mulai nyaman.

Dede Fajar Ramdani

15 Mei 2025, 16.11 WIB · Telah dimoderasi

Boleh dicoba kalau sedang mencari variasi belajar.

Wulan Utomo

14 Mei 2025, 19.51 WIB · Telah dimoderasi

Saya lebih nyaman kalau orang tua nggak cuma jadi penonton. Kadang yang dibutuhkan cuma contoh kalimat buat menjelaskan materi ke anak.