Kembali ke Bahasa Indonesia Kelas 1 — Membaca, Menyimak, Bercerita, dan Menulis

Bab 3. Menyimak dan berbicara · 15 menit

Percakapan santun dan perasaan dalam puisi

Tujuan belajar

Kamu memberi tanggapan santun, menyampaikan perasaan, dan memahami pesan puisi pendek yang dibacakan.

Puisi original: Teman Mendengar

Aku membawa cerita kecil,
tentang hujan di halaman.
Kau mendengar, aku tersenyum,
bergantian kita bercerita.
Pendamping membacakan puisi dengan jeda. Puisi ini menggambarkan kegiatan berbagi cerita dan saling mendengarkan. Tidak ada tuntutan menghafalnya.

Contoh percakapan

Nara: Aku senang bisa menggambar hujan.
Dito: Bolehkah aku melihat gambarmu?
Nara: Boleh. Menurutmu, bagian mana yang menarik?
Dito: Aku suka garis air hujannya.
Percakapan memberi ruang untuk bertanya dan menjawab. Dito meminta izin, bukan langsung mengambil gambar. Tanggapan dapat berbeda tetapi tetap disampaikan dengan baik.

Bila pendapat berbeda

Kamu dapat berkata “Aku memilih warna lain” tanpa menyebut gambar teman jelek. Jika ingin berbicara ketika orang lain belum selesai, tunggu giliran atau minta izin. Dalam keadaan mendesak yang menyangkut keselamatan, segera panggil pendamping.

Coba sendiri

1. Apa kegiatan yang dilakukan bergantian dalam puisi?
2. Sebutkan kalimat untuk meminta izin melihat gambar.
3. Sampaikan satu perasaan tokoh rekaan, misalnya senang atau kecewa, dalam kalimat.

Cek dan ceritakan

1. Bercerita.
2. Contoh: “Bolehkah aku melihat gambarmu?” Kalimat santun lain bermakna sama juga boleh.
3. Contoh: “Dito kecewa karena pensilnya patah.” Jawaban terbuka boleh berbeda jika merupakan kalimat yang jelas. Jangan mengaku contoh itu terjadi pada diri sendiri bila hanya cerita rekaan.

Untuk pendamping

Tidak semua anak nyaman menceritakan perasaan pribadi. Gunakan tokoh rekaan dan hormati pilihan untuk diam. Nilai percakapan melalui pengamatan mendengarkan dan merespons, bukan hanya pilihan ganda.

Aku sudah bisa

Aku dapat meminta izin, menunggu giliran, dan menyampaikan gagasan atau perasaan dengan kalimat santun.

Latihan ingatan

Ingat kembali — Percakapan santun dan perasaan dalam puisi

Coba jawab sebelum membuka sisi belakang. Tidak ada batas waktu.

Main Cocokkan Pasangan

Latihan ringan tanpa timer. Progres permainan tidak mengubah status penguasaan kartu.

Kartu 1

Bagaimana meminta izin melihat gambar?

Petunjuk: Tanyakan sebelum mengambil.

Lihat sisi belakang
Bolehkah aku melihat gambarmu?

Masuk untuk menyimpan kartu yang sudah kamu kuasai.

Kartu 2

Apa pesan puisi Teman Mendengar?

Petunjuk: Perhatikan baris terakhir.

Lihat sisi belakang
Saling mendengarkan dan bergantian bercerita.

Masuk untuk menyimpan kartu yang sudah kamu kuasai.

Pelajaran sebelumnya Pelajaran berikutnya Masuk untuk menyimpan progres belajarmu.

Lanjutkan belajar

Sumber dan penyusunan materi

Penerbit: Project Pintar · Pembaruan data materi: 18 Okt 2026, 10.57 WIB.

Materi melewati alur publikasi internal. Belum merupakan tinjauan pedagogis independen oleh guru atau jaminan seluruh kurikulum/buku sekolah tercakup.

Acuan, hak penggunaan, dan batas materi

Naskah, bacaan, puisi pendek, kartu dan soal original Project Pintar (2026). Acuan lingkup: Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia BSKAP 2025, Fase A hlm.13–14, https://repositori.kemendikdasmen.go.id/33598/ . Urutan kelas/bab rancangan Project Pintar, bukan salinan buku. Praktik lisan/tulis dinilai pendamping, bukan disimpulkan dari skor pilihan ganda.

Dibuat sendiri/tim

Catatan sumber dapat menyebut tahap draf saat penyusunan. Status tayang mengikuti publikasi kursus; tinjauan pendidik independen tetap terpisah.